Saat aku menjadi orang lain…secara fisik
Aku tidak pernah meminjam jiwa siapapun…
Jika saja dia sadar dari awal, bahwa jiwa yang bersamanya waktu itu adalah jiwaku
Mungkin skenarionya akan menjadi berbeda
Pada saat itu aku hanya ingin dia tahu perasaanku…
Betapa pedihnya ditinggalkan tanpa sepatah kata
Satu buah abjad dilayar handphone
Atau satu ukiran senyum di layar notebook
Tidak pernah dia tinggalkan untukku…
Apalagi satu paragraph penjelasan dan permintaan maaf
Sama sekali itu tidak pernah ada
Hingga ide gila itu muncul
Entah dari mana
Mungkin bisikan setan atau anjuran malaikat
Aku tidak pernah paham!!
Awalnya hanya ingin menemani dia
Melewati masa sulitnya..hingga dia bisa bangkit dan mengejar semua mimpi
Tapi aku malah mendapatkan apa yang aku inginkan selama ini
Satu paragraph penjelasan..bahkan lebih
Paragraph itu bukan hanya dari dia, tapi dari semua orang disekelilingnya
Rasa pedihpun semakin menjadi..seperti menyiramkan air garam diatas luka yang belum sembuh
Karena dalam paragraph itu…
Ada bermacam penjelasan tidak masuk akal
Bahkan sedikit tuduhan!!!
Hingga aku mendapatkan kesimpulan
Semua yang dia lakukan kepadaku hanya permainan
Tapi hati bukan tempat bermain-main
Jika dia pikir aku adalah sebuah hati sebagai tempat untuk belajar mencinta
Dia salah ^^
Aku dan yang lain bukan tempat untuk belajar
Jika dia tidak bisa mencinta yang lain..ya sudah cukup!!
Dia tidak perlu belajar..akhiri saja cintanya itu
Wanita seburuk apapun parasnya…setumpul apapun otaknya dan sekuat apapun hatinya, tidak berhak dia permainkan dan dijadikan tempat untuk belajar mencinta!!